Dying Light: The Beast
Sebagai spin-off berbasis cerita dari seri Dying Light 2, Stay Human menghadirkan dunia terbuka dan kendaraan yang dapat dikendarai. Permainan ini berlatar di... Lebih lanjut
Sebagai spin-off berbasis cerita dari seri Dying Light 2, Stay Human menghadirkan dunia terbuka dan kendaraan yang dapat dikendarai. Permainan ini berlatar di lokasi yang benar-benar baru bernama Castor Woods, penuh dengan landmark alam, permukiman kecil, dan kompleks industri. Kisahnya mengikuti Kyle Crane, protagonis dari Dying Light pertama, yang berhasil selamat dari eksperimen tak manusiawi selama bertahun-tahun dan berhasil membebaskan diri.
Dying Light: The Beast adalah kelanjutan yang kontroversial dari game kedua, di mana hampir tidak ada yang tersisa dari seri ini kecuali Kyle Crane dan zombie yang membusuk yang masih menyenangkan untuk dipukul dengan pipa.
Trailer, gameplay, dan video lainnya
Penawaran toko dan diskon
Persyaratan sistem dan pengujian PC
- Windows 10
- Prosesor: Intel Core i5-13400F; AMD Ryzen 7 5800X
- Memori operasional: 16 GB
- Ruang Kosong: 70 GB
- VRAM: 4 GB
- Kartu grafis: GeForce GTX 1060; Radeon RX 5500 XT; Intel Arc A750
- Keyboard, Mouse
- Windows 10
- Prosesor: Intel Core i5-13400F; AMD Ryzen 7 7700
- Memori operasional: 16 GB
- Ruang Kosong: 70 GB
- VRAM: 6 GB
- Kartu grafis: GeForce RTX 3070 Ti; Radeon RX 6750 XT; Intel Arc B580
- Keyboard, Mouse
Ulasan dan penilaian
Game yang cukup menyenangkan. Dibandingkan dengan game kedua, game ini mengikuti jejak game pertama, menghadirkan kembali malam-malam yang benar-benar mengerikan dan gelap. Aspek gimnya menjadi lebih santai. Alih-alih menjelajahi peta untuk mencari peningkatan karakter utama, kami hanya membuka peningkatan untuk mode berserker, sementara peningkatan lainnya dibuka melalui peningkatan level. Petanya tidak seluas game kedua, tetapi penuh dengan berbagai detail dan lokasi mini yang menarik. Menurut saya, The Beast, meskipun lebih pendek dan kurang ekspansif dibandingkan game kedua dalam seri ini, cukup lengkap dan tidak pernah membosankan.
Довольно приятная игра, по сравнению со второй частью игра пошла по стопам первой, вернулись по настоящему страшные и темные ночи, геймплей опять стал менее казуальным, теперь мы не ищем по всей карты улучшения главного героя, а выбиваем лишь улучшения своего берсерк режима, все остальные улучшения получаются по ходу повышения уровня. Карта не такая большая, как в второй части, но наполнена разными деталями и интересными мини-локациями. Как по мне, The Beast хоть и получилась более короткой и не такой масштабной, чем вторая часть серии, но она хорошо наполнена и не успевает наскучить по ходу прохождения.
Sebagai seseorang yang ketagihan Dying Light sejak game pertama dan masih belum melepaskannya, saya harus angkat bicara. The Beast adalah persis apa yang jiwa saya dambakan. Saya begadang sampai jam tiga pagi, memainkan misi demi misi, dan mustahil untuk melepaskan diri.
Lihat, ceritanya: Crane kembali, dan dia bukan lagi sekadar penyintas dengan tongkat pemukul; dia telah menjadi sesuatu yang lebih. Sifat buasnya terbangun, dan itu bukan hanya alat plot—itu benar-benar berhasil. Anda berlarian di sekitar peta, mencabik-cabik yang terinfeksi dengan tangan kosong, meraung, melompat seperti orang yang kerasukan, dan rasanya sangat keren. Rasanya seperti Anda akhirnya diberi kekuatan yang sangat Anda butuhkan saat bersembunyi di atap di game pertama.
Как человек, которого Dying Light затянула ещё с первой части и не отпускает до сих пор, я просто обязан высказаться. The Beast — это именно то, чего душа просила. Я не спал до трёх ночи, проходил миссию за миссией, и оторваться было нереально.
Смотрите, по сюжету: Крейн возвращается, и он теперь не просто выживший с битой, он сам стал чем-то бóльшим. В нём просыпается звериная сущность, и это не просто галочка для сюжета — это реально работает. Ты носишься по карте, разрываешь заражённых голыми руками, рычишь, прыгаешь как одержимый, и оно ощущается чертовски круто. Как будто тебе наконец дали ту самую силу, которой так не хватало, когда ты прятался по крышам в первой части.