Le Dernier Don
Sebuah game horor atmosferik tentang seorang yatim piatu bernama Lucy, yang berusaha melarikan diri dari panti asuhan yang menyeramkan. Game ini berlatar di Prancis... Lebih lanjut
Sebuah game horor atmosferik tentang seorang yatim piatu bernama Lucy, yang berusaha melarikan diri dari panti asuhan yang menyeramkan. Game ini berlatar di Prancis pada akhir Perang Dunia I. Setelah melanggar perintah pemilik panti asuhan tempat sang tokoh utama tinggal, ia dikurung di dalam lemari semalaman sementara anak-anak lain merayakan berakhirnya perang. Lucy berhasil membebaskan diri dan mendapati panti asuhan itu kosong, penghuninya menghilang secara misterius.
Persyaratan sistem dan pengujian PC
- Windows 10
- Prosesor: Intel Core i5-8500
- Memori operasional: 8 GB
- Ruang Kosong: 4 GB
- Kartu grafis: GeForce GTX 1060
- DirectX: 10
- Keyboard, Mouse
- Windows 10
- Prosesor: Intel Core i7-9700
- Memori operasional: 16 GB
- Ruang Kosong: 4 GB
- Kartu grafis: GeForce RTX 2070
- DirectX: 11
- Keyboard, Mouse
Ulasan dan penilaian
Sebuah proyek tesis 30 menit yang luar biasa dari para mahasiswa. Sayangnya, tidak ada indikasi versi lengkapnya, atau bahkan tidak ada rencana pengembangannya. Absennya aset-aset usang dan familiar yang biasa Anda temukan di game Steam lainnya justru meningkatkan pengalaman bermain. Atmosfernya mengingatkan pada BioShock, hanya saja dalam format yang lebih gelap dan tanpa adegan tembak-menembak, dan fokus utamanya adalah pengembangan serum yang memungkinkan korban perang menumbuhkan kembali bagian tubuh yang diamputasi.
Прекрасный дипломный проект от студентов на 30минут, к сожалению нет никаких предпосылок о полной версии или как минимум о раздумьях над её разработкой. Очень влияет на впечатление то, что нет избитых привычных ассетов из каждой второй игры стима. Атмосферой напомнило Биошок, только в более мрачном формате и без пострелушек, а основной цимес — это разработка сыворотки, которая бы позволила отращивать ампутированные части тел у жертв войны.